Polisi Inggris yang melakukan simulasi menghadapi bom bunuh diri di sebuah mal di Inggris menuai kecaman. Teriakan “Allahu Akbar" sempat terdengar sebelum seorang polisi berpura-pura meledakkan diri saat aksi simulasi di Trafford Shopping Centre, Kota Manchester.
Polisi itu berteriak "Allahu Akbar" dalam bahasa Arab dengan gaya ekstrimis mirip ISIS yang dianggap telah menewaskan ratusan orang di Paris dan di Brussels. Seketika sebuah kembang api meledak dan seketika sekitar 800 relawan tiba-tiba berdarah seperti korban penyerangan teroris. Hingga akhirnya para petugas mengamankan pusat perbelanjaan tersebut dari para jihadis.
Menurut Arab News, Rabu 11 Mei 2016, pihak Kepolisian Inggris telah meminta maaf atas hal itu. Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa, 10 Mei 2016, Kepolisian Greater Manchester mengakui, teriakan religius itu sangat tidak tepat mereka gunakan.
Kepala Kepolisian Tony Lloyd mengatakan, menggunakan kalimat tersebut bisa merusak ikatan kuat antar kelompok relijius dalam wilayah mereka. Lloyd mengatakan, kalimat tersebut, yang akhirnya jadi terdengar seperti ejekan, digunakan karena biasa diteriakkan oleh militan ISIS sebelum mereka melakukan aksi bunuh diri. Itu sebabnya kalimat tersebut mereka siapkan sebagai bagian dari simulasi.
Namun setelah melihat reaksi publik yang menolak penggunaan kalimat religius itu, Kepolisian Manchester memutuskan meminta maaf.
Penyebutan "teroris Muslim" dengan pekik Allahu Akbar diperdebatkan para pengguna media sosial termasuk di Facebook BBC News dengan komentar lebih dari 2.000.
Akun atas nama JD Sorfleet termasuk yang mempertanyakan langkah polisi, "Mengapa meminta maaf? Serangan baru-baru ini dilakukan organisasi yang disebut militan Islam," komentar yang ditanggapi Alim Sattar dengan menyatakan, "Fakta bahwa mereka meminta maaf menunjukkan ada yang perlu dimintakan maaf... bilapun Anda tak mengerti."
Sebelum kepolisian minta maaf, para pengguna media sosial juga mempertanyakan alasan kepolisian menggambarkan pemeran sebagai Muslim. Aktivis perdamaian Manchester Dr Erinma Bell juga mengkritik penggunaan "teroris Muslim" dengan mengatakan, "teroris bisa siapa saja" dan kita perlu menghindari "berprasangka negatif."
Kepolisian Manchester Raya mengatakan latihan itu tak terkait dengan adanya ancaman teror apapun. Dalam pernyataan, pejabat kepolisian Garry Shewan mengatakan, "Perlu bagi semua lembaga termasuk polisi untuk melatih dan bersiap menggunakan latihan seperti ini sehingga kita dalam kondisi terbaik untuk menanggapi kejadian dan serangan yang tak terduga."
"Skenario latihan ini didasarkan pada serangan organisasi ekstremis Daesh (ISIS) dan penulisan skenario berdasarkan serangan sebelumnya, dengan rincian situasi senyata mungkin."
"Namun kami mengakui bahwa penggunaan kata-kata terkait agama ini tak bisa diterima... Kami sadari dan meminta maaf bila menyinggung," tambah Shewan.
Sumber:
http://www.tribunnews.com/internasional/2016/05/12/pekik-allahu-akbar-dalam-latihan-antiteror-polisi-manchester-diperdebatkan
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/770971-polisi-inggris-teriak-allahu-akbar-saat-simulasi-bom
0 Komentar untuk "Polisi Inggris Teriakkan 'Allahu Akbar' Saat Simulasi Teror Bom, Umat Muslim Tersinggung"